BRT Mebidang Belum Beroperasi, Jalan Medan Sudah Menyempit dan Macet
MEDAN — Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang memang belum beroperasi. Namun, dampak pengerjaannya sudah dirasakan pengguna jalan di Kota Medan.
Penyempitan sejumlah ruas jalan akibat pekerjaan proyek membuat arus kendaraan terganggu. Ketika volume kendaraan meningkat, ruas yang menyempit pun menjadi titik rawan kemacetan.
Kondisi tersebut membuat Sat Lantas Polrestabes Medan turun tangan. Personel disiagakan di sejumlah lokasi yang terdampak proyek, terutama titik yang sebagian badan jalannya digunakan untuk pekerjaan BRT.
“Kami menyiapkan personel di titik-titik yang dianggap rawan, terutama lokasi proyek yang memakan sebagian badan jalan. Personel bakal mengatur lalu lintas di lokasi proyek khususnya pada jam-jam rawan,” ujar AKBP SL Widodo, Kamis (17/9/2026).
Jangan Tunggu Macet Mengular
Pengaturan tidak hanya dilakukan di sekitar proyek.
Setiap pagi dan sore, personel Sat Lantas juga ditempatkan di sejumlah persimpangan yang berpotensi mengalami kepadatan. Polisi juga memanfaatkan sistem Smart City untuk memantau kondisi lalu lintas secara langsung.
Ketika kepadatan terpantau, personel segera diturunkan untuk melakukan pengaturan dan mengurai arus kendaraan.
“Jadi bukan hanya di lokasi proyek. Setiap pagi dan sore, personel Sat Lantas juga selalu ada di persimpangan jalan untuk melakukan pengaturan,” kata Widodo.
“Melalui Smart City juga kita pantau. Ketika kami menemukan kepadatan, personel langsung turun ke lokasi,” sambungnya.
Proyek BRT Harus Diimbangi Pengaturan Lalu Lintas
Penyempitan badan jalan selama pengerjaan proyek menjadi tantangan tersendiri di tengah tingginya aktivitas kendaraan di Kota Medan.
Jika tidak diantisipasi, antrean kendaraan dapat dengan cepat terbentuk, terutama pada jam sibuk.
Karena itu, keberadaan petugas di lapangan menjadi penting untuk memastikan arus kendaraan tetap bergerak meski ruang jalan berkurang.
Pengendara yang melintasi kawasan proyek juga diminta tidak memaksakan diri, memperhatikan rambu dan petunjuk petugas serta mengantisipasi perubahan kondisi jalan.
Sementara itu, pengaturan lalu lintas akan terus dilakukan pada titik-titik yang dinilai rawan kepadatan selama pekerjaan proyek BRT Mebidang berlangsung.
