Janji 700 KIP, Realisasi Cuma 15: Calon Mahasiswa Univa Labuhanbatu Dipertanyakan
LABUHANBATU — Polemik penerimaan mahasiswa baru di Universitas Alwashliyah Labuhanbatu (Univa Labuhanbatu) mencuat. Kampus tersebut disorot setelah muncul informasi mengenai promosi beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang disebut-sebut menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa baru.
Rektor Univa Labuhanbatu, Dr. Meyniar Albina, disebut memberikan informasi mengenai peluang memperoleh beasiswa KIP kepada calon mahasiswa. Bahkan, menurut Wakil Ketua Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Labuhanbatu, Idris Tanjung C.B.J., C.E.J., angka yang disebut mencapai ratusan penerima.
Persoalan muncul ketika data kuota KIP LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara yang diperoleh wartawan menunjukkan Univa Labuhanbatu hanya memperoleh 15 kuota penerima KIP.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar: bagaimana nasib ratusan mahasiswa baru yang telah mendaftar dengan harapan memperoleh beasiswa tersebut?
Berdasarkan penelusuran wartawan, sejumlah mahasiswa baru mengaku kecewa. Mereka menyebut informasi mengenai KIP disampaikan sejak proses pendaftaran dan dipahami sebagai jaminan akan memperoleh beasiswa.
“Saya termasuk yang kecewa, Pak. Sebab pas saya tanya di awal pendaftaran, kata pengurusnya wajib lulus,” ungkap salah seorang mahasiswa baru Univa Labuhanbatu yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Sorotan pun datang dari Idris Tanjung. Ia menilai informasi mengenai kemungkinan memperoleh hingga 700 penerima KIP perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik, khususnya calon mahasiswa dan orang tua.
“Kalau benar ada informasi sampai 700 KIP, harus dijelaskan sumber kuotanya dari mana. Sebab berdasarkan data yang ada, Univa Labuhanbatu hanya mendapat 15 KIP,” tegas Idris.
Menurutnya, angka tersebut semakin perlu diklarifikasi karena kuota KIP perguruan tinggi tidak semata-mata ditentukan berdasarkan jumlah mahasiswa baru yang mendaftar.
Idris kemudian membandingkannya dengan Universitas Sumatera Utara (USU). Untuk tahun 2026, menurut data yang dirujuknya, terdapat 402 calon penerima KIP yang dinyatakan eligible melalui jalur SNBT.
“Kalau memang ada tambahan melalui jalur aspirasi DPR RI, publik juga berhak mengetahui siapa yang memberikan, berapa kuotanya, serta melalui mekanisme apa. Jangan sampai mahasiswa hanya menerima janji, sementara setelah masuk kampus persoalannya baru muncul,” katanya.
Kini, persoalan tersebut menunggu penjelasan resmi pihak Univa Labuhanbatu. Wartawan telah mencoba mengonfirmasi Rektor Dr. Meyniar Albina melalui sambungan telepon pada Rabu (16/9/2026).
Namun, sang rektor belum memberikan penjelasan substantif.
“Nanti saya jawab ya, ini lagi ada acara,” ujarnya sebelum mengakhiri sambungan telepon.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan resmi mengenai dasar informasi kuota KIP hingga 700 mahasiswa, mekanisme yang dijanjikan kepada calon mahasiswa, maupun solusi bagi mahasiswa baru yang telah mendaftar dengan harapan mendapatkan beasiswa tersebut.
