Bulog Sumut Tambah 4.400 Ton Beras, Stok Capai 41.735 Ton
MEDAN — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mulai menerima tambahan 4.400 ton beras dari pemerintah untuk memperkuat cadangan pangan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun tetap terpenuhi.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto mengatakan, tambahan pasokan tersebut mulai masuk sejak Sabtu (19/9/2026) dan merupakan bagian dari rencana pengadaan hingga mencapai 50.000 ton beras.
“Penambahan beras itu guna memenuhi program bantuan pangan dan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar maupun mitra,” kata Budi di Medan, Minggu (20/9/2026).
Disiapkan untuk bantuan pangan Oktober-Desember
Menurut Budi, tambahan stok tersebut salah satunya akan digunakan untuk mendukung program bantuan pangan yang dijadwalkan mulai disalurkan pada Oktober 2026 untuk alokasi bantuan hingga Desember.
Selain bantuan pangan, beras juga akan disalurkan melalui program SPHP ke pasar dan jaringan mitra Bulog.
Bulog Sumut memastikan distribusi SPHP tetap berjalan secara bertahap agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Budi juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan SPHP masih terus disalurkan melalui jaringan pengecer resmi.
Harga SPHP tetap Rp13.100 per kilogram
Untuk menjaga keterjangkauan harga, Bulog Sumut memastikan harga beras SPHP tetap mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp13.100 per kilogram.
Penyaluran secara bertahap diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah di Sumatera Utara.
Stok gudang 41.735 ton
Di sisi lain, Bulog Sumut mencatat persediaan beras yang saat ini tersimpan di gudang mencapai 41.735 ton.
Stok tersebut terus dikelola sesuai kebutuhan dan penugasan pemerintah, termasuk untuk bantuan pangan maupun stabilisasi pasokan dan harga beras di pasar.
Bulog juga memastikan kualitas beras tetap terjaga selama berada di gudang. Perawatan dilakukan secara rutin, antara lain melalui fumigasi dan penyemprotan berkala.
Dengan tambahan pasokan yang mulai masuk serta stok yang tersedia saat ini, Bulog Sumut menyiapkan cadangan beras untuk menjaga kesinambungan distribusi pangan masyarakat hingga penghujung 2026.
