2

Setelah 54 Tahun Bersengketa, Warga Padang Halaban Akhirnya Dapat Kabar Baik: 83 Hektare Lahan Lepas dari HGU PT SMART

LABURA – Konflik agraria yang telah berlangsung selama puluhan tahun antara Kelompok Tani Padang Halaban dan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk akhirnya memasuki babak baru yang memberi harapan bagi masyarakat.

Melalui pertemuan yang melibatkan berbagai pihak, disepakati bahwa lahan seluas 83,2627 hektare yang selama ini menjadi objek sengketa telah dipisahkan dari Hak Guna Usaha (HGU) PT SMART dan akan diproses melalui program Reforma Agraria.

Langkah tersebut menjadi angin segar bagi warga Desa Panigoran, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara, yang selama puluhan tahun memperjuangkan hak atas lahan yang mereka kelola.

Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Achmad Fadly, mengatakan penyelesaian konflik dilakukan melalui koordinasi lintas instansi guna menghadirkan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi seluruh pihak.

“Lahan yang menjadi objek sengketa telah dipisahkan dari HGU perusahaan dan selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui mekanisme Reforma Agraria sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Tidak hanya itu, proses penyerahan lahan kepada warga yang dinilai berhak akan mendapat pengawalan dari sejumlah lembaga negara. Di antaranya Komisi XIII DPR RI, Kementerian HAM, Komnas HAM, hingga Ombudsman RI.

Bagi masyarakat Padang Halaban, keputusan tersebut menjadi momen yang telah lama dinantikan. Berdasarkan berbagai catatan, konflik lahan ini telah berlangsung sejak tahun 1972 atau sekitar 54 tahun lalu.

Kartini, salah seorang warga, mengaku bersyukur atas perkembangan penyelesaian sengketa tersebut. Selama ini ia menggantungkan kehidupan keluarganya dari lahan yang ditanami ubi, pisang dan berbagai tanaman lainnya.

Hal senada disampaikan Nasib. Ia berharap lahan yang diperjuangkan selama bertahun-tahun itu nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitar.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap penyelesaian konflik agraria Padang Halaban dapat menjadi contoh penyelesaian sengketa lahan secara damai, sekaligus menciptakan kepastian hukum dan mendukung pemanfaatan lahan yang produktif bagi masyarakat.

Ratusan Massa DPN dan Mahasiswa Kepung PLN UID Sumut, Tuntut Ganti Rugi Elektronik Hingga Jebol Pagar Kantor

MEDAN — Eskalasi kemarahan publik terhadap kinerja pelayanan PT PLN (Persero) kembali meledak di Kota Medan. Ratusan massa yang tergabung dalam Dewan Peduli Negeri (DPN) bersama elemen mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran dengan mengepung Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara di Jalan K.L. Yos Sudarso, Medan, Selasa (02/06/2026). Aksi konfrontatif ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan pelanggan yang menuntut akuntabilitas serta realisasi kompensasi nyata atas kerusakan massal peralatan elektronik warga, yang diduga kuat akibat fenomena biarpet atau pemadaman listrik secara sepihak dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, gelombang massa dari berbagai wilayah mulai memadati dan memblokade area depan gerbang kantor sejak pagi hari. Uniknya, sebagai bentuk teatrikal protes sekaligus bukti riil kerugian materiil, para demonstran turut membawa berbagai perlengkapan elektronik rumah tangga mereka yang telah rusak, mulai dari televisi, mesin cuci, hingga tumpukan bola lampu, kemudian memajangnya di depan Gedung PLN UID Sumut.

Suasana di area unjuk rasa seketika berubah menjadi sangat mencekam dan diwarnai ketegangan tinggi. Massa yang emosional terus merangsek maju dan melakukan tekanan massa agar diizinkan masuk guna mengonfrontasi langsung Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) PLN UID Sumut. Akibat kalah jumlah dan sengitnya aksi saling dorong antara demonstran dengan petugas keamanan, pintu pagar besi Kantor PLN UID Sumut akhirnya dilaporkan jebol dihantam luapan kemarahan massa.

Ketegangan verbal maupun fisik ini kian diperparah oleh sikap manajemen PLN yang dinilai tidak akomodatif dan terkesan menyepelekan aspirasi publik. Kekecewaan para pengunjuk rasa mencapai puncaknya ketika mereka mengetahui bahwa tidak ada satu pun pimpinan wilayah atau pengambil kebijakan tertinggi PLN yang bersedia keluar. Massa hanya dihadapkan dengan perwakilan dari divisi manajemen komunikasi yang dianggap tidak memiliki kewenangan eksekutif untuk mengabulkan tuntutan ganti rugi tersebut.

Bagi gerbong demonstran, pertemuan ini bukan lagi ruang diplomasi untuk mendengarkan dalih teknis atau alasan operasional dari pihak PLN, melainkan sebuah forum eksekusi tuntutan ganti rugi atas beban finansial yang harus ditanggung masyarakat kecil akibat ketidakstabilan pasokan listrik.

“Kami tidak butuh permintaan maaf! Kami butuh bukti nyata terkait kompensasi. Jangan terlalu lama masyarakat menunggu!” teriak koordinator aksi, Acil Tattoo, dengan nada lantang saat berorasi di atas mobil komando di hadapan ratusan demonstran, Selasa (02/06/2026).

Acil Tattoo menegaskan bahwa batas kesabaran masyarakat telah habis menghadapi janji-janji manis korporasi pelat merah tersebut. Absennya Kakanwil PLN dalam merespons langsung kehadiran rakyat dinilai sebagai potret nyata buruknya manajemen krisis PLN, sekaligus memperlebar ketidakpercayaan publik terhadap komitmen BUMN tersebut dalam melayani masyarakat.

“Ratusan orang datang membawa keresahan, tetapi yang ditemui hanya perwakilan. Ada apa dengan PLN? Kenapa pimpinan wilayah tidak berani memimpin dan menemui rakyat?” pungkas Acil di akhir orasinya. Massa mengancam akan mengerahkan gelombang aksi yang lebih besar jika PLN tidak segera mengeluarkan surat keputusan resmi terkait mekanisme ganti rugi dalam waktu dekat.

Pangdam I/BB Pimpin Sertijab Danyonif 100/Prajurit Setia, Tegaskan Regenerasi untuk Jaga Profesionalisme Satuan

Medan, SUMATERA UTARA — Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, memimpin langsung jalannya Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 100/Prajurit Setia. Kegiatan penyegaran struktur kepemimpinan militer ini berlangsung secara khidmat di Gedung AH Nasution Lantai II Makodam I/Bukit Barisan, Jalan Gatot Subroto KM 7,5 Medan, Selasa (02/06/2026).

Jalannya upacara sertijab ini menandai peralihan tongkat komando satuan elit Infanteri jajaran Kodam I/BB dari pejabat lama, Letkol Inf Agus Muchtadi, S.E., M.I.P., kepada pejabat baru, Letkol Inf Amirul Husin, S.E., M.I.P. Momentum pergantian pimpinan ini berjalan dengan penuh tertib, dihadiri oleh sejumlah pejabat utama (PJU) Kodam I/Bukit Barisan, para Komandan Satuan (Dansat) jajaran, serta perwakilan prajurit dan pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD I/Bukit Barisan.

Dalam amanat resminya, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa menegaskan bahwa serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat bukan sekadar momentum seremonial keprotokoleran semata untuk mengganti wajah komandan di lapangan. Lebih dari itu, agenda strategis ini merupakan bagian integral dari dinamika pembinaan organisasi yang dilaksanakan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. Langkah ini krusial dilakukan sebagai bentuk regenerasi kepemimpinan militer guna memelihara ritme kinerja, menjaga kesinambungan roda organisasi, serta memelihara semangat profesionalisme prajurit.

Pembinaan karir dan organisasi ini juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan para perwira, agar satuan yang dipimpin dapat terus berkembang secara dinamis. Pihak Kodam I/BB memandang tantangan tugas ke depan tidak semakin ringan, melainkan terus bermutasi menjadi lebih kompleks dan multi-dimensi. Oleh karena itu, Yonif 100/PS sebagai salah satu satuan pemukul andalan di wilayah jajaran Sumatera Utara dituntut untuk selalu berada pada tingkat kesiapsiagaan operasional yang tinggi dan memiliki fleksibilitas taktis yang matang.

Pada kesempatan yang sama, Mayjen TNI Hendy Antariksa secara khusus menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta penghargaan yang tulus kepada Letkol Inf Agus Muchtadi, S.E., M.I.P., atas segala dedikasi, loyalitas, kerja keras, dan pengorbanan yang telah diberikan selama memangku jabatan sebagai Danyonif 100/PS. Di bawah kepemimpinan Letkol Inf Agus Muchtadi, Batalyon Infanteri 100/Prajurit Setia dinilai berhasil menorehkan berbagai capaian positif dan prestasi yang membanggakan. Keberhasilan tersebut terlihat nyata dalam bidang peningkatan intensitas latihan, pembinaan personel, hingga pemeliharaan material satuan, sehingga Yonif 100/PS tetap solid, berdisiplin tinggi, disegani, dan berprestasi.

Pangdam I/BB berharap agar seluruh pengalaman berharga, kematangan kepemimpinan, dan kesuksesan tugas yang diperoleh selama memimpin batalyon pemukul tersebut dapat dijadikan sebagai bekal yang sangat berharga sekaligus modal dasar dalam mengemban amanah tugas baru yang tidak kalah pentingnya, yakni sebagai Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0207/Simalungun.

Sementara itu, beralih kepada pejabat baru, Letkol Inf Amirul Husin, S.E., M.I.P., yang kini resmi menyandang amanah sebagai Danyonif 100/PS, Pangdam I/BB mengucapkan selamat atas kepercayaan strategis yang telah diberikan oleh pimpinan TNI Angkatan Darat. Mayjen TNI Hendy Antariksa memberikan penekanan khusus bahwa jabatan komandan batalyon bukan sekadar sebuah kehormatan, kebanggaan, atau fasilitas protokoler semata. Jabatan tersebut merupakan sebuah tanggung jawab besar di hadapan hukum, negara, dan Tuhan Yang Maha Esa, yang menuntut adanya keteladanan sikap, ketajaman kepekaan terhadap situasi anggota, serta kemampuan manajerial yang matang dari seorang perwira menengah.

Menutup amanat resminya, pimpinan tertinggi Kodam I/Bukit Barisan tersebut menaruh harapan besar kepada Letkol Inf Amirul Husin agar mampu mempertahankan sekaligus melanjutkan berbagai capaian positif yang telah dirintis oleh komandan sebelumnya. Danyonif yang baru juga diinstruksikan untuk terus melakukan inovasi taktis dan meningkatkan kualitas pembinaan satuan di pangkalan. Langkah ini penting agar Yonif 100/Prajurit Setia tetap eksis menjadi satuan yang berprestasi, profesional, dicintai rakyat, serta selalu berada dalam kondisi siap digerakkan kapan pun negara mempercayakan tugas suci untuk mengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Banjir Angkola Sangkunur Surut, Jembatan Darurat Kampung Cemara Amblas Diterjang Air Bah

TAPANULI SELATAN — Bencana banjir yang melanda kawasan Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), dilaporkan mulai berangsur surut. Kendati demikian, surutnya genangan air tersebut kini menyisakan dampak kerusakan infrastruktur yang cukup parah serta tumpukan lumpur pekat di sejumlah titik permukiman warga.

Salah satu kerusakan paling fatal adalah amblasnya satu unit jembatan darurat di Kampung Cemara, Desa Bandar Tarutung, setelah diterjang derasnya arus banjir pada Kamis (21/5/2026). Jembatan dengan bentang panjang sekitar tujuh meter dan lebar lima meter tersebut merupakan infrastruktur vital yang sebelumnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat pascabencana banjir bandang pada 25 November 2025 lalu.

Kepala Desa Bandar Tarutung, H. Sulhan Sihombing, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa amblasnya jembatan tersebut. Kondisi di lapangan menunjukkan warga yang sempat mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing dan mulai bergotong-royong membersihkan material lumpur.

“Jembatan darurat di Kampung Cemara amblas total setelah dihantam air bah akibat tingginya curah hujan deras yang melanda wilayah ini,” ujar H. Sulhan Sihombing, Jumat (22/5/2026).

Sulhan menjelaskan bahwa mobilitas dan akses transportasi menuju Desa Bandar Tarutung saat ini masih mengalami kendala yang cukup berat. Hal ini disebabkan oleh banyaknya ruas jalan utama desa yang tertutup material lumpur dengan ketebalan yang sangat bervariasi.

“Selain masalah jembatan putus di Kampung Cemara, endapan lumpur yang menutupi ruas jalan utama juga lumayan tebal. Bahkan di wilayah Kampung Malako, ketebalan lumpur di jalan ada yang mencapai hingga satu meter,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sulhan memaparkan bahwa Desa Bandar Tarutung kini telah berubah menjadi kawasan yang sangat rentan dan rawan terdampak banjir semenjak peristiwa banjir bandang yang terjadi beberapa bulan lalu. Masalah tingginya tingkat sedimentasi atau pendangkalan di sepanjang bantaran aliran Sungai Batang Toru dituding menjadi pemicu utama luapan air ke permukiman.

“Saat ini kondisinya sangat mengkhawatirkan. Jangankan diguyur hujan berjam-jam, sebentar saja turun hujan dengan intensitas lebat, permukaan air Sungai Batang Toru akan cepat sekali naik, meluap, dan langsung merendam rumah-rumah warga,” kata Sulhan cemas.

Kondisi lingkungan di desa tersebut diperparah akibat jebolnya tanggul Sungai Batang Toru yang mengarah langsung ke kawasan permukiman penduduk. Kerusakan tanggul ini memicu terbentuknya aliran air baru yang menyerupai anak sungai dengan lebar bentangan diperkirakan mencapai lebih dari 50 meter.

Mewakili aspirasi masyarakat setempat, pihak Pemerintah Desa Bandar Tarutung sangat berharap agar pemerintah daerah maupun instansi terkait segera mengambil tindakan nyata untuk melakukan normalisasi sedimentasi Sungai Batang Toru. Langkah tersebut dinilai sangat mendesak guna mencegah bencana banjir terus berulang dan mengancam keselamatan warga di masa mendatang.

Polsek Gunung Malela Amankan Pria Diduga ODGJ Pembongkar Makam di Simalungun

SIMALUNGUN – Aksi meresahkan pembongkaran makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim Jalan Mawar, Nagori Pematang Simalungun, Kecamatan Simalungun, akhirnya berakhir. Personel Polsek Gunung Malela berhasil mengamankan seorang pria yang diduga kuat mengalami Gangguan Jiwa (ODGJ) saat kembali beraksi menggali kuburan, Senin (4/5/2026).

Peristiwa penangkapan ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Pria tanpa identitas tersebut tertangkap tangan oleh warga saat sedang menggali makam almarhum Atin di lokasi yang sama dengan aksi pembongkaran sebelumnya yang terjadi pada Minggu (3/5/2026).

Kapolsek Gunung Malela, AKP Hengky Siahaan, mengonfirmasi bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat Nagori Pamatang Simalungun terkait adanya pria yang mencurigakan dan meresahkan di area pemakaman.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa telah diamankan pria yang sedang menggali kuburan di TPU Mawar. Saya langsung menuju ke lokasi bersama empat personel lainnya untuk melakukan pengamanan,” ujar AKP Hengky Siahaan dalam keterangannya.

Setibanya di lokasi, petugas segera mengevakuasi pria tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Mengedepankan sisi kemanusiaan, pihak kepolisian memberikan makanan serta memandikan pria yang tampak tidak terurus tersebut. Setelah dibersihkan, pelaku kemudian dibawa ke Poskesdes Pematang Simalungun untuk mendapatkan perawatan sementara.

Hingga saat ini, identitas pelaku masih menjadi misteri. Pihak kepolisian mengaku kesulitan menggali keterangan karena pria tersebut tidak dapat berkomunikasi dengan normal. Warga di sekitar Nagori Pamatang Simalungun juga menyatakan tidak mengenal atau pernah melihat pria tersebut sebelumnya.

“Kami dibantu pihak Poskesdes memandikan dan memberikan perawatan medis awal terhadap pria tersebut karena kondisinya yang memprihatinkan,” tambah Hengky.

Sebagai langkah tindak lanjut, Kapolsek Gunung Malela telah berkoordinasi dengan Camat Siantar untuk proses penanganan lebih lanjut. Saat ini, pria diduga ODGJ tersebut telah diserahkan secara resmi kepada Dinas Sosial Kabupaten Simalungun.

“Pria tersebut sudah kami serahkan ke Dinas Sosial untuk dibawa dan diobati secara layak di Yayasan Bina Kasih Bersinar Perdagangan. Kami berharap pelaku mendapatkan penanganan medis yang tepat agar kejadian serupa tidak terulang kembali di tengah masyarakat,” tutup AKP Hengky Siahaan. (Red076)

Oknum Pegawai Bea Cukai Teluk Nibung Digerebek Warga di Rumah Istri Orang, Kini Terancam Sanksi Pidana dan Etik

Tanjung Balai – Dunia kepabeanan di Sumatera Utara kembali tercoreng oleh ulah tidak terpuji salah satu oknum pegawainya. Seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Kantor Bea Cukai Teluk Nibung berinisial S, dilaporkan digerebek oleh warga saat berada di dalam rumah seorang wanita bersuami di kawasan Sei Apung Jaya, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan. Insiden memalukan ini kini berbuntut panjang setelah suami sah dari wanita tersebut resmi menempuh jalur hukum.

Penggerebekan yang berlangsung dramatis tersebut terjadi pada Selasa (17/2/2026) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB. Warga sekitar yang sudah lama menaruh curiga terhadap gerak-gerik S akhirnya memutuskan untuk melakukan tindakan tegas. Kekesalan warga memuncak karena oknum pegawai Bea Cukai tersebut disinyalir kerap bertandang ke rumah wanita berinisial HS tersebut di jam-jam yang tidak wajar, padahal HS diketahui masih berstatus sebagai istri sah dari pria berinisial H.

Kronologi Penggerebekan dan Keresahan Warga

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kehadiran S di kediaman HS bukanlah yang pertama kalinya. Warga menyebutkan bahwa oknum tersebut sering terlihat keluar-masuk rumah pada waktu subuh, sebuah pemandangan yang memicu kecurigaan mendalam di lingkungan sosial yang religius tersebut. Dalam sebuah rekaman video yang beredar luas, terdengar suara warga yang meluapkan kekesalannya terhadap perilaku S yang dianggap melanggar norma kesusilaan.

“Sudah sering kulihat jantan ini keluar subuh,” ujar salah seorang warga yang merekam momen penggerebekan tersebut. Warga yang sudah jengah dengan situasi itu akhirnya melakukan pemantauan intensif hingga akhirnya mendapati S berada di dalam rumah HS pada tengah malam buta. Kehadiran S di rumah tersebut dinilai sangat tidak etis, mengingat dirinya sendiri dikabarkan masih memiliki istri sah dan merupakan pegawai aktif di instansi penegak hukum kepabeanan.

Proses Hukum di Polres Asahan

Kasus dugaan perselingkuhan dan perzinaan ini tidak berhenti pada aksi penggerebekan massa. Suami sah HS, berinisial H, langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib demi menuntut keadilan. Laporan tersebut teregistrasi dengan Surat Tanda Penerima Laporan nomor STTLP/B/151/II/2026/SPKT/POLRES ASAHAN/POLDA SUMUT. Dalam laporannya, H menjerat istrinya dan oknum pegawai Bea Cukai tersebut dengan Pasal 411 KUHP tentang Perzinaan.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Asahan, IPTU Rospita, mengonfirmasi adanya laporan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap para saksi serta bukti-bukti yang ada di lapangan. “Masih proses,” jawab IPTU Rospita singkat saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (18/2/2026). Pihak kepolisian berkomitmen untuk menangani perkara ini secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Respons Pimpinan Bea Cukai: Tak Ada Toleransi Bagi Pelanggar Etik

Di sisi lain, Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Nibung, Dody, memberikan tanggapannya terkait keterlibatan anggotanya dalam skandal tersebut. Meski saat ini dirinya sedang berada di Jakarta untuk urusan dinas, Dody menegaskan bahwa instansinya tidak akan tinggal diam jika anggotanya terbukti melakukan pelanggaran hukum maupun kode etik pegawai negeri.

Ia menjelaskan bahwa setiap pegawai Bea Cukai terikat pada aturan disiplin pegawai yang ketat. Jika hasil pemeriksaan kepolisian nantinya membuktikan adanya tindak pidana perzinaan, maka S tidak hanya akan berhadapan dengan hukuman penjara, tetapi juga sanksi pemecatan atau penurunan pangkat sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Disiplin PNS.

“Saya belum memonitor langsung karena masih di Jakarta. Tapi, kalau memang nanti terbukti kami pasti akan tindak, karena itu ada kode etik dan ada PPNS yang akan menindaknya,” tegas Dody melalui sambungan telepon seluler. Kasus ini kini menjadi sorotan publik di Tanjungbalai dan Asahan, sebagai pengingat bagi para abdi negara untuk senantiasa menjaga martabat dan integritas, baik dalam kedinasan maupun kehidupan pribadi.

Geger Penemuan Jasad Kapten KMP Kaldera Toba di Pelabuhan Muliaraja, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

BALIGE – Suasana tenang di Pelabuhan Muliaraja, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, mendadak berubah menjadi kegemparan setelah ditemukannya sesosok jasad pria di dalam kapal motor penyeberangan (KMP) Kaldera Toba yang tengah bersandar. Korban diketahui berinisial TS (52), yang menjabat sebagai kapten kapal tersebut, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di sebuah ruangan yang dikenal sebagai room door pada siang hari ini, , Jumat (20/02/2026).

Penemuan jasad sang kapten terjadi di tengah keramaian masyarakat yang sedang beraktivitas di pasar tumpah dekat area pelabuhan. Tak pelak, kabar duka ini langsung memancing kerumunan warga yang ingin mengetahui secara pasti kejadian yang menimpa nakhoda kapal pelat merah tersebut. Sejumlah warga terlihat mengabadikan momen evakuasi menggunakan ponsel pintar mereka di tengah desas-desus yang berkembang di lokasi kejadian.

Kapolsek Balige, AKP Libertius Siahaan, dalam keterangannya mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan pertama kali dari Anak Buah Kapal (ABK) KMP Kaldera Toba sekitar pukul 13.30 WIB. Menanggapi laporan darurat tersebut, jajaran Kepolisian Sektor Balige langsung bergerak cepat guna mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta berkoordinasi dengan tim medis.

“Setelah menerima laporan dari ABK kapal KMP Kaldera Toba, kami langsung mengambil langkah cepat dengan menghubungi pihak Inafis Polres Toba untuk melakukan penyelidikan awal di lokasi kejadian. Tim Inafis diturunkan guna menyisir bukti-bukti di sekitar ruangan tempat korban ditemukan,” ujar AKP Libertius Siahaan saat memberikan keterangan resmi, Jumat (20/2/2026).

Mengenai penyebab kematian, AKP Libertius menjelaskan bahwa saat ini kepolisian tengah mendalami berbagai kemungkinan. Berdasarkan keterangan awal, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Namun, polisi juga meneliti dugaan lain, termasuk kemungkinan korban mengakhiri hidupnya sendiri. Meski demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa motif di balik peristiwa tragis ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam dan belum dapat disimpulkan secara prematur.

“Kita tidak bisa langsung menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi sebelum mendapatkan hasil dari proses penyelidikan dan pemeriksaan yang komprehensif. Semua kemungkinan, termasuk riwayat kesehatan korban maupun faktor lainnya, akan kita teliti dengan seksama untuk menemukan kebenaran yang sesungguhnya,” tambahnya dengan nada tegas.

Setelah dilakukan identifikasi awal oleh tim Inafis di atas kapal, jasad TS segera dievakuasi menggunakan kantong jenazah dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Porsea untuk menjalani proses visum. Langkah ini dilakukan guna memastikan apakah terdapat tanda-tanda kekerasan atau murni akibat gangguan kesehatan yang diderita korban sebelum meninggal dunia.

Pihak kepolisian juga telah menjalin komunikasi dengan keluarga korban untuk menyampaikan kabar duka ini. “Keluarga korban saat ini telah diinformasikan mengenai kondisi korban dan rencana pemeriksaan di RSUD Porsea. Mereka dijadwalkan segera tiba di rumah sakit untuk mendampingi proses selanjutnya,” lanjut Kapolsek.

Hingga berita ini ditayangkan, proses penyelidikan masih terus berlangsung dan garis polisi sempat dipasang di area tertentu di atas kapal guna kepentingan olah TKP. Situasi di Pelabuhan Muliaraja berangsur kondusif setelah jasad korban dibawa pergi, dan masyarakat yang sebelumnya berkerumun mulai membubarkan diri kembali ke aktivitas masing-masing. Polisi berjanji akan memberikan pembaruan informasi segera setelah hasil pemeriksaan medis dan data lapangan terkumpul secara lengkap.

Tragedi Maut di Perlintasan Tanpa Palang: Kakek dan Dua Cucu Dihantam KA Putri Deli, Dua Nyawa Melayang

Kisaran – Duka mendalam menyelimuti warga di Jalan Budi Utomo, Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Sebuah kecelakaan maut yang melibatkan satu unit minibus dengan Kereta Api (KA) Putri Deli terjadi pada Minggu (15/02/2026). Peristiwa memilukan ini merenggut nyawa dua bocah yang merupakan kakak beradik, sementara kakek mereka kini dalam kondisi kritis dan tengah berjuang melewati masa maut di rumah sakit.

Insiden berdarah ini menambah panjang daftar kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang tersebar di wilayah Sumatera Utara. Kerusakan kendaraan yang cukup parah dan posisi korban yang mengenaskan di lokasi kejadian menjadi saksi bisu betapa kerasnya benturan yang terjadi antara moda transportasi besi tersebut dengan kendaraan roda empat milik korban.

Kronologi Kejadian: Teriakan Warga Tak Terdengar

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan bermula saat mobil minibus yang dikemudikan oleh seorang pria lansia melaju dari arah Desa Pasar Lima, Rawang, menuju Siumbut-umbut. Di dalam mobil tersebut, sang kakek turut membawa dua orang cucunya. Saat mendekati perlintasan kereta api di Jalan Budi Utomo yang dikenal tidak memiliki palang pintu pengaman resmi, diduga pengemudi tidak menyadari kehadiran KA Putri Deli yang tengah melaju kencang.

Petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Kisaran, Tri Rochmad, menjelaskan bahwa sebenarnya upaya pencegahan telah dilakukan oleh warga sekitar. Penjaga perlintasan swadaya yang berada di lokasi sudah berusaha memberikan peringatan dengan berteriak sekencang mungkin bahwa ada kereta yang akan melintas.

“Diduga sopir tidak mendengar teriakan dari penjaga perlintasan tersebut. Akibatnya, kecelakaan tak terhindarkan. Benturan keras terjadi hingga membuat mobil beserta penumpangnya terpental sejauh kurang lebih 15 meter dari titik awal tabrakan,” ujar Tri Rochmad saat memberikan keterangan di lokasi kejadian yang sudah dipenuhi kerumunan warga.

Kondisi Korban Memilukan

Kekuatan hantaman KA Putri Deli membuat minibus tersebut ringsek tak berbentuk. Tragisnya, dua penumpang yang merupakan anak-anak dilaporkan tewas seketika di tempat kejadian dengan kondisi yang sangat mengenaskan akibat benturan hebat. Keduanya tidak sempat mendapatkan pertolongan medis karena luka berat yang diderita.

Sementara itu, sang kakek yang berada di kursi kemudi ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka-luka di sekujur tubuh. Petugas kepolisian dibantu warga segera mengevakuasi sang kakek ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

“Dua anak meninggal dunia di lokasi. Sedangkan sopir atau kakek korban saat ini dalam kondisi kritis dan sudah dilarikan ke rumah sakit. Kami masih terus memantau perkembangannya,” tambah Tri Rochmad.

Penyelidikan Polisi dan Sorotan Keamanan Perlintasan

Pihak Kepolisian Resor (Polres) Asahan hingga kini masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa apakah ada faktor kelalaian atau kendala teknis pada kendaraan. Garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi kejadian guna kepentingan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kejadian ini kembali memantik sorotan publik terkait keamanan perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kabupaten Asahan. Warga berharap pemerintah daerah dan pihak PT KAI dapat segera mengambil langkah nyata, seperti pemasangan palang pintu otomatis atau penempatan petugas resmi, guna mencegah terulangnya tragedi serupa yang terus memakan korban jiwa.

Kini, jenazah kedua korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan, sementara pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar lebih ekstra waspada saat melintasi jalur kereta api, terutama di titik-titik yang tidak memiliki pengamanan memadai.