STOK Bina Guna Borong Lima Penghargaan LLDikti Wilayah I, Tegaskan Dominasi di Level Sekolah Tinggi

BERASTAGI – Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan (STOK) Bina Guna mencetak prestasi gemilang dengan meraih lima penghargaan sekaligus dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah 1 Sumatera Utara. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) 2026 yang berlangsung di Hotel Sinabung Hills Berastagi pada 9-10 April 2026.

Mengusung tema “Pendidikan Tinggi Inklusif, Adaptif, dan Berdampak menuju Indonesia Emas Tahun 2045”, ajang ini menjadi panggung pengakuan atas performa STOK Bina Guna sepanjang tahun 2025. Penghargaan tersebut mencakup tiga predikat Gold Winner untuk kategori Pelaporan Kerjasama Terbaik, Kontributor Laman LLDikti Terbaik, serta Pelaporan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Terbaik.

Selain itu, STOK Bina Guna juga membawa pulang Silver Winner dalam Pengelolaan KIP Kuliah Terbaik dan Bronze Winner untuk kategori Pendamping Karir Dosen Terbaik pada tingkat Asisten Ahli.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala LLDikti Wilayah 1 Sumut, Prof. Saiful Matondang, kepada Ketua STOK Bina Guna, Dr. dr. Liliana Puspa Sari, S.Pd., M.Kes. Prosesi ini turut disaksikan secara daring oleh Wakil Menteri Kemdiktisaintek, Prof. Dr. H. Fauzan, M.Pd.

Dalam keterangannya pada Sabtu (11/4/2026), Dr. dr. Liliana Puspa Sari mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam terhadap seluruh elemen institusi. Menurutnya, capaian ini adalah bukti nyata dari komitmen dan kolaborasi yang solid antara dosen, fungsionaris, hingga staf pegawai.

“Puji syukur atas capaian ini. Ini adalah buah kerja keras dan dedikasi seluruh tim. Dukungan dan pembinaan dari LLDikti Wilayah I juga menjadi faktor krusial yang terus mendorong kami meningkatkan kualitas kinerja institusi,” ujar wanita yang akrab disapa Lili tersebut.

Lili menegaskan bahwa prestasi ini bukan merupakan titik akhir, melainkan fondasi untuk melangkah lebih jauh. Dengan semangat Changers of The Future, ia optimis STOK Bina Guna akan terus menciptakan inovasi yang berdampak luas bagi dunia pendidikan dan masyarakat.

“Semoga ke depan STOK Bina Guna semakin unggul dan adaptif. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat kualitas dan melahirkan perubahan nyata bagi masa depan,” pungkasnya.

Perkuat Karakter Religius, Pemkab Langkat Kucurkan Rp1,5 Miliar untuk Sertifikasi Ribuan Guru PAI

Stabat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan keagamaan. Hal ini ditegaskan dalam acara buka puasa bersama yang dihadiri ratusan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kabupaten Langkat di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Langkat, Jumat (20/2/2026). Momentum ini sekaligus menjadi ajang apresiasi atas dukungan dana APBD yang dialokasikan khusus untuk program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dirangkai dengan kegiatan khataman Al-Qur’an sebagai simbol penguatan nilai-nilai spiritual. Kehadiran jajaran Pemerintah Daerah di tengah para pendidik ini menegaskan bahwa visi mewujudkan Langkat yang religius bukan sekadar slogan, melainkan diimplementasikan melalui kebijakan anggaran yang tepat sasaran.

Investasi Kompetensi: Dukungan Nyata Lewat APBD

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Langkat, Ainul Aswad, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Langkat. Ia mengungkapkan bahwa sejak tahun 2021 hingga saat ini, Pemerintah Daerah telah mengalokasikan total anggaran lebih dari Rp1,5 miliar untuk membantu ribuan guru PAI mengikuti PPG. Langkah ini dinilai sangat istimewa karena tidak semua pemerintah daerah memberikan perhatian sebesar ini bagi guru agama.

“Kami sangat berterima kasih atas komitmen ini. Tidak semua pemerintah daerah mau mendukung guru-guru agama Islam di daerahnya secara finansial melalui APBD. Tentunya ini sangat kita apresiasi. Semoga dukungan ini bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi guru-guru di Langkat untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kompetensinya,” ujar Ainul Aswad di hadapan ratusan guru yang hadir.

Dukungan pendanaan ini menjadi angin segar bagi para guru PAI yang selama ini sering terkendala masalah biaya dalam menempuh sertifikasi profesi. Dengan kompetensi yang tersertifikasi, diharapkan kualitas pengajaran agama di sekolah-sekolah umum di Kabupaten Langkat akan meningkat secara signifikan.

Benteng Karakter Generasi Muda di Era Digital

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Langkat, Amril, yang hadir mewakili pimpinan daerah, menekankan bahwa peran guru PAI saat ini jauh lebih berat dibandingkan era sebelumnya. Di tengah arus informasi yang tak terbendung dan tantangan zaman yang semakin kompleks, nilai-nilai agama sering kali mulai tergerus di kalangan generasi muda.

Amril menegaskan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter siswa. Ia meminta para pendidik tidak hanya terpaku pada kurikulum teknis, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai moral sebagai bekal hidup para siswa.

“Di era sekarang, nilai agama mulai tergerus. Saya minta para guru membantu anak-anak kita meningkatkan kembali nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan mereka. Ini adalah bagian dari dukungan nyata terhadap visi dan misi Bupati Langkat untuk mewujudkan Langkat yang religius,” tegas Amril.

Momentum Ramadan untuk Introspeksi Diri

Selain membahas kebijakan pendidikan, Sekda Amril juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 H kepada seluruh guru PAI. Ia mengajak seluruh elemen pendidik menjadikannya bulan suci ini sebagai momentum untuk introspeksi diri (muhasabah) dan meningkatkan etos kerja dalam melayani masyarakat.

“Selamat menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan. Semoga kita menjadi umat yang terus memperbaiki diri agar menjadi insan yang lebih baik ke depannya,” tuturnya dengan penuh harapan.

Sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan atas dukungan konkret terhadap dunia pendidikan Islam, dalam acara tersebut juga diserahkan penghargaan khusus kepada Bupati dan Wakil Bupati Langkat. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan kontribusi berkelanjutan pemerintah daerah dalam mendorong perkembangan serta kesejahteraan para guru PAI di Bumi Langkat Berseri.

Dengan adanya sinergi antara Kemenag dan Pemkab Langkat, diharapkan peningkatan kualitas guru ini dapat berkorelasi positif dengan lahirnya generasi muda Langkat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.

Kota Medan Pawai Obor Sambut Ramadhan 1447H, Lestarikan Budaya Leluhur

Medan, SUMATERA UTARA – Ribuan umat Muslim di Kota Medan kembali menghidupkan tradisi leluhur dengan menggelar aksi pawai obor raksasa dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah pada Sabtu (14/02/2026) malam. Kegiatan yang berpusat di halaman Masjid Raya Al-Mashun ini menjadi simbol syiar Islam sekaligus upaya menjaga warisan budaya di tengah modernitas zaman.

Koordinator Pawai Obor, Taufik Ismail, menyatakan bahwa antusiasme masyarakat pada tahun ini mengalami lonjakan drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data panitia, jumlah peserta yang memadati titik kumpul diprediksi menembus angka 10.000 orang, meningkat signifikan dari pelaksanaan tahun 2025 yang dihadiri sekitar 7.000 peserta.

“Malam ini kita dari umat Islam Sumatera Utara akan melaksanakan agenda tahunan yakni pawai obor. Kali ini pawai obor 1447 Hijriah diprediksi akan diikuti oleh 10.000 peserta,” ujar Taufik Ismail saat memberikan keterangan pers di pelataran Masjid Raya Medan.

Taufik menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini jauh melampaui sekadar perayaan visual. Menurutnya, pawai obor merupakan jembatan sejarah untuk mengoneksikan generasi muda dengan tradisi para orang tua terdahulu saat menyambut bulan puasa. Penggunaan obor bambu tradisional menjadi simbol cahaya yang membimbing umat menuju kesucian lahir dan batin.

“Makna yang ingin kita sampaikan dari pawai obor ini adalah menjaga tradisi orang tua kita pada zaman dulu disaat menyambut bulan suci Ramadan. Motif dari kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang terus dilakukan agar tradisi para leluhur tetap bertahan dan terus hidup di tengah masyarakat,” tambahnya dengan penuh penekanan.

Terkait teknis pelaksanaan, panitia telah menetapkan rute long march yang melintasi sejumlah protokol utama di jantung Kota Medan. Peserta bergerak mulai dari Jalan Brigjen Katamso, menuju Jalan Pemuda, menyusuri Jalan Palang Merah, kemudian melintasi Jalan MT Haryono, Jalan Cirebon, hingga Jalan SM Raja sebelum akhirnya kembali ke titik kumpul awal di Masjid Raya.

Demi menjaga kekhidmatan acara, Taufik Ismail juga mengimbau keras kepada seluruh partisipan untuk mengedepankan aspek ketertiban dan keamanan. Panitia telah berkoordinasi dengan pihak keamanan guna memastikan pergerakan massa tidak mengganggu fasilitas umum secara berlebihan.

“Kita tidak menginginkan ada hal-hal yang sama-sama tidak kita inginkan terjadi pada pawai obor kali ini. Kita bergerak sebelum jam 9 malam, tepatnya setelah salat Isya kita mulai rapatkan barisan. Kami menghimbau bagi peserta yang ingin membawa obor mandiri dipersilakan, namun bagi yang belum memiliki, panitia juga menyediakan unit obor untuk dibeli di lokasi,” jelasnya.

Melalui aksi ini, diharapkan semangat Ramadan 1447 H dapat dirasakan oleh seluruh warga Sumatera Utara, sekaligus memperkuat jati diri umat Muslim dalam merawat tradisi lokal yang bernilai religius. Acara ini ditutup dengan doa bersama sebelum peserta memulai langkah kaki pertama mereka membelah malam Kota Medan dengan pendaran api obor.