November 6, 2026

Bobby Nasution Buka Cerita Lama: Oknum Kajari di Sumut Disebut Pernah Minta Rp5–10 Juta dari Kepala Sekolah

0
FB_IMG_1791344613451

MEDAN — Sebuah cerita lama yang selama ini tidak banyak diketahui publik kembali mencuat. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengungkap bahwa saat dirinya masih menjabat Wali Kota Medan, seorang oknum Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Sumut disebut pernah meminta uang kepada sejumlah kepala sekolah.

Nilainya tidak kecil bagi para tenaga pendidik. Bobby menyebut permintaan itu berkisar Rp5 juta hingga Rp10 juta.

Pengakuan tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri Launching dan Penandatanganan Jaksa Sahabat Pendidik di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (6/10/2026).

Bobby mengisahkan, persoalan itu bermula ketika Kepala Dinas Pendidikan melaporkan kepadanya adanya guru yang mengaku dimintai uang oleh oknum Kajari.

Laporan tersebut diterima Bobby pada pagi hari.

Ironisnya, pada hari yang sama Bobby justru dijadwalkan bertemu dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati). Mengetahui Kajari yang dimaksud juga akan hadir dalam kegiatan tersebut, Bobby mengaku langsung mengambil langkah.

Ia menelepon Kajari tersebut.

Bobby bahkan mengaku menawarkan dirinya untuk menyiapkan uang yang diminta, namun dengan syarat uang itu diserahkan langsung di hadapan Kajati.

“Kalau boleh saya siapkan sekarang,” kata Bobby, mengulang percakapannya saat itu.

Menurut Bobby, setelah komunikasi tersebut, kepala sekolah akhirnya tidak jadi dimintai uang.

Namun persoalan ternyata tidak selesai begitu saja.

Bobby menyebut hubungan Pemerintah Kota Medan dengan Kejari tersebut kemudian menjadi renggang.

Yang membuat cerita ini semakin mengundang perhatian, Bobby hingga kini memilih merahasiakan identitas Kajari yang dimaksud. Ia juga tidak mengungkap kapan tepatnya peristiwa tersebut terjadi.

“Saya tidak akan sebut Kejari mana dan tahunnya,” ujar Bobby dalam kesempatan tersebut.

Dalam acara yang sama, Bobby menyebut Kajati sempat menanyakan apakah masih ada jaksa yang meminta-minta uang atau mengganggu kepala sekolah.

Bobby menduga praktik tersebut saat ini sudah tidak terjadi.

Pernyataan tersebut tentu membuka ruang pertanyaan lebih jauh. Siapa Kajari yang dimaksud? Kapan peristiwa itu terjadi? Berapa kepala sekolah yang disebut dimintai uang? Dan atas dasar apa permintaan tersebut dilakukan?

Bobby belum membuka detail tersebut.

Yang jelas, cerita itu kembali muncul justru ketika Pemprov Sumut dan Kejaksaan sedang mendorong program “Jaksa Sahabat Pendidik”—sebuah momentum yang membuat pengakuan tentang dugaan permintaan uang kepada kepala sekolah tersebut menjadi sorotan.

Perlu ditegaskan, identitas oknum dan dugaan permintaan uang yang disampaikan Bobby dalam acara tersebut belum dijelaskan secara rinci kepada publik. Karena itu, informasi tersebut merupakan pernyataan Bobby Nasution mengenai pengalaman yang ia sampaikan, bukan kesimpulan bahwa dugaan tersebut telah terbukti secara hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *