November 6, 2026

Niat Fisik Masuk TNI AD, Remaja 17 Tahun Hanyut Saat Latihan Renang di Sungai Paya Jambu

0
Screenshot_20261026-190354

LANGKAT – Operasi kemanusiaan berskala penuh terus digencarkan tim penyelamat di wilayah hukum Kabupaten Langkat. Tim SAR Gabungan dari Rescue Kantor SAR Medan, TNI, Polri, BPBD Langkat, beserta masyarakat setempat mengerahkan perahu karet taktis menyisir aliran Sungai Paya Jambu (Sungai Begumit), Kecamatan Selesai, guna mencari seorang remaja yang hanyut terseret arus pada Minggu (25/10/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Berdasarkan data berkala di lapangan, Tempat Kejadian Perkara (TKP) musibah ini berlokasi tepat di kawasan Aliran Sungai Dusun III Paya Jambu, Kampung Karo, Kelurahan Pekan Selesai, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Korban diketahui bernama Andika Pratama alias Fahri (17), seorang pelajar yang berdomisili di Dusun Batu Gajah, Desa Mancang, Kecamatan Selesai. Insiden bermula ketika korban bertolak dari rumah sejak pukul 06.00 WIB untuk agenda olahraga lari pagi, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi latihan fisik berenang menyeberangi sungai bersama rekan-rekannya sebagai persiapan mengikuti seleksi masuk TNI Angkatan Darat (AD).

Saksi di lokasi melaporkan bahwa korban sebenarnya telah sukses menyeberangi lebar sungai hingga ke seberang. Petaka terjadi sewaktu korban mencoba berenang kembali menuju titik awal pemberangkatan. Kuatnya terjangan arus sungai yang kala itu tengah mengalami pasang, memicu korban kehilangan kendali akibat kelelahan ekstrem hingga akhirnya terseret pusaran air dan hilang dari pandangan rekan kelompoknya.

Menerima sinyal darurat tersebut, Tim SAR gabungan segera meluncurkan operasi taktis:

  • Metode Pencarian: Menggunakan alutsista perahu LCR (Landing Craft Rubber) untuk memisahkan area permukaan searah hilir sungai sejauh beberapa kilometer dari titik koordinat awal tenggelam.
  • Hambatan Lapangan: Proses pencarian berkala terus berkejaran dengan faktor alam akibat turunnya hujan di kawasan hulu yang memperkeruh jarak pandang air (visual underwater) serta menaikkan debit arus sungai secara fluktuatif.

Hingga informasi aktual ini diturunkan, posko pemantauan bersama di bantaran sungai masih disiagakan penuh. Otoritas penegak hukum setempat mengimbau kepada publik untuk menunda seluruh aktivitas fisik di badan sungai selama anomali cuaca ekstrem melanda demi mencegah terulangnya insiden serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *