Sambaran Petir Maut di Perairan Sergai, Dua Nelayan Tewas dan Satu Kritis
SERDANG BEDAGAI – Cuaca ekstrem di perairan Selat Malaka kembali menelan korban jiwa. Dua orang nelayan asal Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), meregang nyawa dan satu lainnya kritis setelah perahu yang mereka tumpangi dihantam sambaran petir di tengah laut pada Kamis (5/11/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi saat lima nelayan sedang menambatkan kapal dan melepas jaring di kawasan Tuasan Tamban, sekitar sembilan mil dari bibir pantai. Di tengah guyuran hujan lebat dan angin kencang, sebuah sambaran petir kuat mendadak menghantam bagian buritan sampan yang menjadi area istirahat para korban.
Jong Kawadi, salah satu nelayan yang selamat, membeberkan bahwa kilatan halilintar langsung melumpuhkan tiga rekannya di atas geladak perahu secara seketika. Menyadari situasi darurat di tengah kegelapan, Jong bersama rekannya, Dila, bergerak cepat memutus jaring di laut untuk menyelamatkan kapal dan meminta panduan arah dari nelayan lain agar bisa segera merapat ke Kuala Tanjung Beringin.
Setibanya di daratan, dua korban tewas langsung dievakuasi ke rumah duka untuk disemayamkan, sementara satu korban luka berat segera dilarikan ke fasilitas kesehatan guna mendapatkan perawatan intensif.
Kapolsek Tanjung Beringin, AKP Syawaludin, membenarkan terjadinya musibah maut yang menimpa para nelayan tersebut. Merespons kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau para nelayan lokal untuk lebih memprioritaskan keselamatan dan mematuhi peringatan dini cuaca dari BMKG sebelum memutuskan melaut guna menghindari risiko fatal serupa.
