November 6, 2026

Kontras Sergai: Ekonomi Melesat Naik, Minat Anak Sekolah Justru Menurun!

0
Darma Wijaya

SERDANG BEDAGAI — Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, tengah mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang gemilang dan produktivitas pertanian yang mumpuni. Namun, di balik angka-angka kemajuan tersebut, tersimpan sebuah ironi sosial yang cukup menggelitik: tingginya tingkat ekonomi masyarakat ternyata belum berbanding lurus dengan kesadaran mengenyam pendidikan.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya—yang akrab disapa Wiwik—saat menyambut kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Sergai, Senin (21/9/2026).

Potensi Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi yang Solid

Di hadapan KSP Dudung Abdurachman, Bupati Wiwik memaparkan potensi besar daerahnya yang ditopang oleh tiga komoditas utama: kelapa sawit, padi, andalan ubi kayu.

  • Sektor Pertanian Unggulan: Sergai memiliki lahan sawah beririgasi seluas kurang lebih 30.000 hektar.
  • Prestasi Produktivitas: Produktivitas pertanian di wilayah ini sukses menjadi yang terbaik di Sumatera Utara selama dua tahun berturut-turut.
  • Sinergi Pusat-Daerah: Pertumbuhan ekonomi yang melesat ini, menurut Wiwik, merupakan hasil nyata dari kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah.

Paradoks Pendidikan: “Banyak Uang, Tapi Malas Sekolah”

Meski roda perekonomian berputar kencang dan kesejahteraan warga meningkat, Bupati Wiwik blak-blakan menyoroti rendahnya angka partisipasi sekolah di wilayahnya, terutama di kawasan pesisir.

“Serdang Bedagai ini terbalik, dia pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi harapan anak sekolah rendah. Jadi, banyak uang, rakyatnya malas sekolah kalau saya lihat, khususnya di daerah pinggir pantai,” ujar Wiwik.

Kehadiran Sekolah Rakyat Jadi Solusi Nyata

Menanggapi tantangan tersebut, Pemkab Sergai menyambut antusias kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1. Lembaga pendidikan ini dinilai sebagai instrumen strategis untuk menjaring kembali anak-anak yang enggan melanjutkan pendidikannya.

  • Penjaringan Siswa: Saat ini, Sekolah Rakyat tersebut telah berhasil merangkul sekitar 300 orang siswa.
  • Pendekatan Persuasif: Pemkab bersama pihak terkait bahkan turun tangan langsung menjemput dan membujuk siswa yang sempat keluar dari asrama agar mau kembali belajar.
  • Komitmen Pemerintah: Bupati menegaskan bahwa Pemkab Sergai siap terus berkolaborasi dalam proyek-proyek strategis nasional, khususnya di bidang pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Bagaimana pandangan Anda melihat fenomena unik antara kemajuan ekonomi dan minat belajar anak muda di daerah pesisir ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *