November 6, 2026

Misteri Seragam Sekolah di Balik Tali: Polisi Usut Kematian Bocah SD di Mandailing Natal

0
ILUSTRASI

MADINA — Kepolisian Resor (Polres) Mandailing Natal kini menaruh perhatian penuh pada teka-teki kematian NAL, seorang anak berusia 7 tahun yang ditemukan tak bernyawa di belakang rumah orang tuanya di Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Peristiwa tragis yang menyita perhatian publik ini resmi memasuki babak baru penyelidikan setelah ayah kandung korban mendatangi Mapolres Madina untuk membuat laporan resmi pada Kamis (15/10/2026).

Langkah hukum tersebut ditempuh guna mengurai tabir di balik kematian murid kelas II sekolah dasar (SD) itu. Saat pertama kali ditemukan pada Kamis (1/10/2026) lalu sekitar pukul 11.30 WIB, korban masih mengenakan seragam sekolah lengkap dengan kondisi leher terikat tali.

Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Tri Boy A. Siahaan, menegaskan bahwa pihaknya bertindak cepat dan profesional dalam menangani kasus sensitif yang melibatkan anak di bawah umur ini.

“Laporan dari ayah korban sudah resmi kami terima di Polres Madina. Saat ini tim penyidik masih mengumpulkan berbagai petunjuk serta keterangan guna mengungkap fakta sebenarnya di balik kejadian ini,” tegas Tri Boy saat dikonfirmasi, Sabtu (17/10/2026).

Kronologi Penemuan dan Langkah Kepolisian

Berdasarkan fakta di lapangan, warga sekitar sempat mengevakuasi tubuh korban dari lokasi kejadian di belakang rumah orang tuanya sebelum aparat tiba. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Malintang untuk mendapatkan penanganan medis awal. Hasil pemeriksaan medis awal mengonfirmasi adanya bekas lilitan yang jelas pada bagian leher korban.

Menanggapi laporan awal warga kala itu, personel Satreskrim Polres Madina langsung bergerak melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan sejumlah barang bukti, serta memeriksa beberapa saksi kunci. Untuk memperkuat bukti ilmiah (scientific crime investigation), jasad korban juga telah menjalani proses autopsi.

Mengingat banyaknya narasi yang beredar di tengah masyarakat terkait penyebab pasti kematian korban, kepolisian mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak memperkeruh situasi.

“Proses penyelidikan masih berjalan ketat. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi membabi buta atau menyebarkan rumor yang belum terverifikasi kebenarannya,” pungkas Tri Boy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *