Antisipasi Banjir Tahunan, Pemkab Deli Serdang Bangun Drainase 1 Kilometer ke Sungai Hamparan Perak
DELI SERDANG – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Salah satu proyek prioritas yang ditinjau pada Selasa, 20 Oktober 2026 adalah pembangunan saluran drainase di Jalan Koramil, Desa Klambir, Kecamatan Hamparan Perak, Sumatera Utara.
Proyek infrastruktur sepanjang kurang lebih 1 kilometer ini dibangun menggunakan dana Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan tahun anggaran 2026 dengan pagu sebesar Rp 1,034 miliar. Berdasarkan data kontrak, pengerjaan proyek telah dimulai sejak 6 Juli dengan masa kerja 120 hari kalender, dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2 November 2026.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Deli Serdang, Suparno, menjelaskan bahwa infrastruktur baru ini berfungsi mengalirkan air dari permukiman warga menuju jalan nasional untuk selanjutnya dibuang ke Sungai Hamparan Perak. Langkah ini diambil untuk menggantikan fungsi drainase tanah alami terdahulu yang sempit, dangkal, serta sering meluap akibat sumbatan sedimen dan sampah. Drainase baru yang dirancang berbentuk trapesium ini memiliki dimensi lebar atas 110 cm, tengah 80 cm, bawah 60 cm, serta kedalaman 70 cm. Saat ini, progres fisik pengerjaan di lapangan dilaporkan telah mencapai 70 persen.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Deli Serdang, Mukti Ali Harahap, menegaskan pentingnya normalisasi saluran di kawasan hilir seperti Kecamatan Hamparan Perak. Wilayah ini menjadi muara bagi berbagai aliran sungai dari hulu sebelum menuju ke laut. Tanpa sistem drainase yang memadai, limpahan air dari kecamatan yang berada di dataran lebih tinggi akan menumpuk dan memicu banjir besar di kawasan ini, berkaca pada bencana akhir tahun 2025 yang sempat berdampak pada belasan ribu rumah warga.
Meski proses pengerjaan belum selesai sepenuhnya, Camat Hamparan Perak, Faisal Nasution, bersama warga setempat menyatakan saluran baru ini mulai memberikan dampak positif dalam mengalirkan genangan air secara optimal saat curah hujan tinggi, sehingga kawasan permukiman sekitar kini relatif lebih aman dari ancaman banjir.
