November 6, 2026

SOROTAN PUBLIK! PROYEK REHABILITASI LINING SALURAN PRIMER DI BINJAI TIMUR DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN, PENGAWAS DAN PEMBORONG DIPERTANYAKAN!

0
IMG-20261030-WA0014

BINJAI – Proyek rehabilitasi lining saluran primer yang dikerjakan oleh CV Gracia Contractor Engineering di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, kini menjadi sorotan publik.

Pasalnya, berdasarkan pantauan awak media di lokasi, kondisi dinding saluran yang telah dikerjakan terlihat masih cukup halus. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai kualitas pengerjaan serta daya rekat material yang digunakan.

Publik pun mempertanyakan, apakah hasil pekerjaan tersebut benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar mutu konstruksi? Mampukah dinding saluran itu bertahan dalam jangka panjang apabila kualitas pengerjaannya tidak sesuai dengan ketentuan?

LEBIH MIRIS, PENGAWAS DAN PEMBORONG PROYEK TIDAK DIKETAHUI PEKERJA!

Saat awak media melakukan konfirmasi kepada sejumlah pekerja di lokasi mengenai siapa pengawas maupun pemborong proyek tersebut, para pekerja justru menjawab bahwa mereka tidak mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab.

“Kami tidak tahu. Kami di sini hanya bekerja dan tidak tahu siapa pemborong maupun pengawasnya,” ucap para pekerja.

Pernyataan tersebut semakin memunculkan tanda tanya. Bagaimana pengawasan proyek berjalan apabila para pekerja di lapangan tidak mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut?

KESELAMATAN KERJA JUGA MENJADI SOROTAN!

Selain persoalan kualitas bangunan, awak media juga melihat para pekerja tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja yang semestinya, seperti helm proyek dan sepatu keselamatan.

Padahal, penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan bagian penting dalam penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pihak pelaksana maupun pengawas harus memastikan keselamatan pekerja selama proses pengerjaan berlangsung.

ANGGARAN APBD 2026 SEBESAR Rp296.400.005,52, APAKAH MUTU PEKERJAAN SUDAH SEBANDING DENGAN ANGGARAN?

Dengan nilai anggaran APBD Tahun 2026 sebesar Rp296.400.005,52, publik tentu berhak mempertanyakan kualitas hasil pekerjaan yang menggunakan uang rakyat tersebut.

Jangan sampai anggaran ratusan juta rupiah tidak menghasilkan pekerjaan yang berkualitas, kuat, dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

PUBLIK MENDESAK DINAS TERKAIT TURUN KE LAPANGAN!

Masyarakat meminta dinas terkait, konsultan pengawas, serta aparat pengawas internal pemerintah (APIP) segera melakukan pemeriksaan terhadap proyek rehabilitasi lining saluran primer tersebut.

Beberapa pertanyaan yang kini menunggu jawaban:

  1. Siapa pemilik atau penanggung jawab CV Gracia Contractor Engineering?
  2. Siapa pengawas lapangan dan konsultan pengawas proyek tersebut?
  3. Apakah pengerjaan sudah sesuai RAB, gambar kerja, dan spesifikasi teknis?
  4. Apakah kualitas material serta daya rekat dinding saluran sudah memenuhi standar?
  5. Mengapa pekerja terlihat tidak menggunakan APD sebagaimana mestinya?

UANG RAKYAT HARUS DIPERTANGGUNGJAWABKAN!

Proyek pemerintah bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan dan menghabiskan anggaran. Kualitas, transparansi, pengawasan, serta keselamatan kerja harus menjadi prioritas.

Jangan sampai setelah proyek selesai dan anggaran dicairkan, masyarakat justru harus menanggung akibat apabila kualitas bangunan tidak bertahan lama.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih menunggu klarifikasi dari pihak CV Gracia Contractor Engineering dan dinas terkait mengenai kualitas pekerjaan, pengawasan, serta penggunaan anggaran proyek tersebut. (Jhoni Sanjaya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *