PROYEK DRAINASE DI DEPAN SMK NEGERI 1 BINJAI MENUAI SOROTAN, BESI MENGANGA DAN TIMBUNAN TANAH DINILAI MEMBAHAYAKAN KESELAMATAN MURID SERTA PENGGUNA JALAN
BINJAI, Senin, 2 November 2026.
Pengerjaan proyek drainase yang berlokasi tepat di depan SMK Negeri 1 Binjai menjadi sorotan dan menuai kekhawatiran. Pasalnya, meskipun pekerjaan disebut telah memasuki tahap finishing, kondisi di lokasi masih memperlihatkan sejumlah besi yang tampak menganga dan belum tertutup dengan baik.
Kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan, terutama bagi para murid sekolah maupun masyarakat yang setiap hari melintas di kawasan tersebut. Besi-besi yang masih terlihat mencuat berpotensi mencederai bahkan tertancap pada tubuh apabila tersenggol atau terinjak oleh pejalan kaki.

Tidak hanya itu, tumpukan tanah dan material bekas pengerjaan juga masih terlihat berserakan di sekitar lokasi. Apabila tidak segera dibersihkan dan diangkut, material tersebut dikhawatirkan dapat terbawa ke badan jalan, mengganggu arus lalu lintas serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Publik pun mempertanyakan, apakah pekerjaan proyek drainase tersebut benar-benar sudah memperhatikan aspek keselamatan dan kebersihan lingkungan, khususnya karena lokasinya berada tepat di depan lingkungan sekolah.
Yang menjadi pertanyaan berikutnya, di mana papan informasi proyek drainase tersebut? Papan proyek yang seharusnya memuat informasi mengenai pelaksana, nilai anggaran, sumber dana, serta waktu pelaksanaan tidak terlihat di lokasi. Jika pekerjaan telah selesai 100 persen, semestinya pihak pelaksana dapat memastikan seluruh pekerjaan telah dirapikan, material sisa diangkut, dan area proyek dikembalikan dalam kondisi aman serta bersih.
Jangan sampai pekerjaan dinyatakan selesai, tetapi masih meninggalkan persoalan keselamatan bagi murid sekolah dan masyarakat.
Pihak kontraktor maupun instansi terkait diminta jangan menunggu sampai terjadi korban terlebih dahulu baru melakukan pembenahan.
Keselamatan murid dan masyarakat bukan persoalan sepele! Segera amankan besi yang masih menganga, bersihkan seluruh tumpukan tanah dan material, serta pastikan hasil pekerjaan benar-benar tuntas sesuai standar yang semestinya.
Publik menantikan tanggung jawab pihak pelaksana dan pengawasan dari instansi terkait. Sebab, proyek pembangunan bukan hanya dinilai dari selesai atau tidaknya pekerjaan, tetapi juga dari kualitas, kerapian, dan jaminan keselamatan bagi masyarakat. (Jhoni Sanjaya)
