Sinergi Perempuan Sumut: Dongkrak Ekonomi Berbasis Potensi Lokal dan Perkuat Benteng Keluarga
MEDAN — Langkah strategis memperkuat ketahanan keluarga dan kemandirian ekonomi kini resmi bergulir dari Sumatera Utara melalui pelantikan massal pengurus organisasi perempuan keagamaan. Momentum ini menandai era baru bagi pemberdayaan masyarakat yang digerakkan langsung dari unit terkecil, yaitu lingkungan keluarga.
Roda organisasi Pengurus Wilayah (PW) Wanita Islam Sumatera Utara bersama Pengurus Daerah (PD) kabupaten/kota se-Sumut periode 2026-2031 resmi dikukuhkan di Hotel Madani Medan. Pelantikan serentak ini mempertegas komitmen struktur kepengurusan yang baru untuk bergerak taktis di lapangan sebagai mitra strategis pemangku kebijakan.

“Ketahanan sebuah wilayah berakar pada ketahanan keluarganya. Benteng tersebut harus ditopang secara seimbang oleh tiga pilar utama: penguatan keimanan, kondisi ekonomi domestik yang sehat, serta akses pendidikan anak yang berkualitas,” tegas Ketua Umum Pimpinan Pusat Wanita Islam, Marfuah Musthofa, usai prosesi pelantikan.
Marfuah menginstruksikan seluruh jajaran yang baru dilantik agar segera menyatukan persepsi, menjaga soliditas internal, dan menerjemahkan hasil Musyawarah Wilayah ke dalam program kerja nyata yang menyentuh kebutuhan akar rumput.
Strategi Taktis: Membaca Peluang dan Karakteristik Daerah
Menjawab instruksi pusat, Ketua PW Wanita Islam Sumut, Khairawati, langsung menetapkan target jangka pendek organisasi. Fokus utama kepengurusan periode ini adalah melakukan ekspansi program dan penguatan struktur hingga ke tingkat cabang di seluruh pelosok Sumatera Utara agar eksistensi serta manfaat organisasi dapat dirasakan lebih luas.

Khairawati menjelaskan bahwa program pemberdayaan ekonomi tidak akan disamaratakan, melainkan dirancang secara spesifik dengan mengadopsi keunggulan komoditas lokal masing-masing daerah.
“Setiap wilayah punya karakteristik berbeda. Daerah pesisir misalnya, akan difokuskan pada hilirisasi hasil laut seperti optimalisasi produk olahan kerang dan belacan berkualitas tinggi guna mendongkrak pendapatan rumah tangga,” ungkap Khairawati.
Melalui koordinasi berkala dan sistematis dengan pengurus di tingkat kabupaten/kota, gerakan ini diharapkan mampu melahirkan figur-figur perempuan yang cerdas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menjadi penggerak edukasi yang berakhlak mulia di lingkungan sosial mereka. Kesolidan kepengurusan ini menjadi modal besar untuk mentransformasi potensi domestik menjadi kekuatan ekonomi riil di Sumatera Utara.
