Pemprov Sumut Garap Taman Kehati 14 Hektare di Kwala Bekala, Targetkan Konservasi Flora Endemik
MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) resmi menyiapkan pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) seluas 14 hektare yang berlokasi di Kwala Bekala. Kawasan konservasi di luar kawasan hutan ini dirancang khusus untuk memproteksi tanaman endemik khas Sumatera Utara sekaligus membentuk ekosistem baru.
Inisiatif lingkungan tersebut dijalankan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumut dengan mengoptimalkan lahan aset milik Universitas Sumatera Utara (USU) yang berada di Desa Durin Tunggal, Kecamatan Pancurbatu, Deli Serdang.
Sekretaris Dinas LHK Sumut, Ari Harahap, menegaskan bahwa proyek Taman Kehati merupakan salah satu program strategis daerah untuk menjaga kedaulatan ekologi di Sumatera Utara.
“Pembangunan Taman Kehati ini dilakukan di atas lahan seluas 14 hektare sebagai kawasan ekologi baru. Penyiapan lokasinya sudah rampung dan tidak memerlukan biaya pembebasan lahan karena memanfaatkan aset USU berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah disepakati,” ungkap Ari dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (16/10/2026).
Ari menjelaskan, proses administrasi dan teknis pengalihan penggunaan lahan saat ini terus berjalan. Setelah penetapan lokasi, Pemprov Sumut akan melanjutkan tahapan ke penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), penetapan spesies vegetasi, penyusunan Detail Engineering Design (DED), hingga pengurusan perizinan ke Kementerian Lingkungan Hidup.
Secara teknis, Taman Kehati memiliki perbedaan mendasar dengan kawasan konservasi alami seperti Taman Hutan Raya (Tahura). Taman Kehati dikembangkan sebagai ruang pelestarian buatan yang terencana di luar kawasan hutan, difokuskan pada penanaman vegetasi langka khas Sumut serta penyediaan habitat yang ramah bagi fauna lokal.
Pembangunan infrastruktur dan penanaman vegetasi ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2029. Kendati demikian, Pemprov Sumut membuka peluang untuk melakukan uji coba operasional (soft launching) pada 2027 mendatang apabila pemenuhan rencana aksi di tahun 2026 dapat diselesaikan lebih cepat.
