November 6, 2026

Ribuan Santri Hadiri Upacara HSN 2026 di Padanglawas, Pemkab Tekankan Penguasaan Teknologi dan Salurkan Beasiswa

0
20261022-164520_peringati-hari-santri-di-palas-santri-diminta-terus-mengembangkan-diri

PADANGLAWAS – Halaman Kantor Bupati Padanglawas dipadati oleh ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di seluruh wilayah kabupaten pada Kamis siang (22/10/2026). Kehadiran massa yang masif ini bertujuan untuk mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tingkat kabupaten. Berdasarkan pantauan di lapangan, jalannya upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib dengan dihadiri oleh jajaran forkopimda, tokoh agama, serta pimpinan pesantren setempat.

Bertindak sebagai inspektur upacara dalam kesempatan tersebut adalah Wakil Bupati Padanglawas, H. Achmad Fauzan Nasution. Dalam amanat resminya, Achmad Fauzan menyampaikan pesan khusus yang ditujukan langsung kepada seluruh generasi muda pesantren. Pihaknya meminta agar para santri tidak hanya fokus pada pendalaman ilmu agama, tetapi juga harus berani membuka diri terhadap perkembangan zaman. Salah satu poin krusial yang ia garis bawahi adalah kewajiban menguasai ilmu pengetahuan modern serta teknologi informasi agar kaum santri mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional.

Lebih lanjut, Wakil Bupati memaparkan aspek historis yang melandasi penetapan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober. Ia mengajak seluruh peserta upacara untuk kembali menengok sejarah perjuangan kemerdekaan, khususnya mengenai maklumat Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945 silam. Menurutnya, seruan heroik tersebut merupakan pemantik utama yang membakar semangat jihad umat Islam dalam mempertahankan kedaulatan negara, yang kemudian memicu perlawanan massal hingga puncaknya terjadi pada peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Achmad Fauzan juga menekankan bahwa tantangan di era modern membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keseimbangan karakter. Bangsa Indonesia, menurutnya, tidak sekadar membutuhkan pemuda yang cerdas secara intelektual saja, melainkan juga sosok yang memiliki kejujuran, integritas moral, serta kepekaan sosial yang tinggi terhadap dinamika di masyarakat. Nilai-nilai luhur inilah yang ia harapkan dapat terus dipertahankan dan ditanamkan melalui sistem pendidikan di dalam pondok pesantren.

Setelah rangkaian upacara formal selesai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan sesi pertunjukan seni. Para santri yang tergabung dalam Badan Silaturrahmi Pondok Pesantren Padanglawas (BSPPL) menampilkan konfigurasi tarian kolosal gabungan. Seni tari yang sarat akan pesan filosofis ini dipimpin langsung oleh H. Paujan Hamidy Hasibuan selaku pimpinan Pondok Pesantren Al Jakfariyah Hutaibus sekaligus ketua organisasi tersebut.

Sebagai penutup dari seluruh rangkaian acara, dilaksanakan pula aksi kepedulian sosial berupa pembagian bantuan secara simbolis oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Padanglawas. Bantuan yang didistribusikan tersebut meliputi program beasiswa pendidikan yang ditujukan bagi santri dan santriwati prasejahtera di jenjang Tsanawiyah serta Aliyah. Tidak hanya itu, Baznas juga menyalurkan bantuan dana perkuliahan untuk mahasiswa di perguruan tinggi, serta santunan khusus bagi para pejuang keagamaan atau golongan Fisabilillah di wilayah Padanglawas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *