November 5, 2026

Sungai Bingai dan Mencirim Meluap, Ribuan Warga Kota Binjai Terdampak Banjir Bandang

0
1001852128-1793261365923

BINJAI — Bencana banjir besar melanda wilayah Kota Binjai, Sumatra Utara, menyusul tingginya intensitas curah hujan yang memicu luapan hebat pada aliran Sungai Bingai dan Sungai Mencirim pada Kamis (29/10/2026) dini hari. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan krisis hidrometeorologi basah ini telah berdampak langsung pada ribuan warga di beberapa sektor wilayah strategis perkotaan.

Berdasarkan data rilis resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, total kerugian demografi mencakup 1.014 Kepala Keluarga atau setara dengan 3.885 jiwa yang tersebar di wilayah pemukiman. Penjabat Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai langsung diterjunkan ke lokasi guna melakukan mitigasi, penanganan darurat, serta penyuplaian logistik ke zona terdampak secara intensif.

Banjir bandang luapan sungai tersebut merendam kawasan pemukiman padat di empat kelurahan utama pada tiga kecamatan yang berbeda. Lokasi-lokasi kritis tersebut meliputi Kelurahan Rambung Timur dan Kelurahan Rambung Dalam di wilayah Kecamatan Binjai Selatan, Kelurahan Setia di kawasan Kecamatan Binjai Kota, serta Kelurahan Mencirim yang berada di bawah administrasi Kecamatan Binjai Timur. Kendati demikian, otoritas penanggulangan bencana mengonfirmasi bahwa genangan air di mayoritas titik kini telah surut total, dan seluruh warga yang sempat mengungsi dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing guna pembersihan material sisa banjir.

Merespons tren eskalasi bencana hidrometeorologi basah yang terus meningkat di wilayah Sumatra Utara, BNPB mengeluarkan instruksi tegas kepada jajaran pemerintah daerah dan elemen masyarakat untuk segera mendongkrak kesiapsiagaan operasional. Langkah taktis jangka pendek mencakup pembersihan sistem drainase primer dan saluran air lingkungan secara kolektif guna mengantisipasi sumbatan arus saat debit air kembali naik.

Selain itu, pihak berwenang menggarisbawahi pentingnya pelaksanaan susur sungai secara berkala di bawah pengawasan langsung dan supervisi ketat dari petugas BPBD demi menjamin aspek keselamatan. Warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) juga diimbau untuk segera memetakan jalur evakuasi mandiri, menentukan titik aman berkumpul, serta menyiapkan tas siaga bencana yang memuat logistik kebutuhan pokok dasar untuk pemenuhan hidup minimal selama tiga hari ke depan. Pengecekan stabilitas infrastruktur bendungan dan tanggul pencegah banjir pun wajib dioptimalkan melalui koordinasi ketat bersama instansi teknis yang kompeten guna menghindari potensi jebolnya penahan air di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *