Perkuat Karakter Religius, Pemkab Langkat Kucurkan Rp1,5 Miliar untuk Sertifikasi Ribuan Guru PAI
Stabat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan keagamaan. Hal ini ditegaskan dalam acara buka puasa bersama yang dihadiri ratusan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kabupaten Langkat di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Langkat, Jumat (20/2/2026). Momentum ini sekaligus menjadi ajang apresiasi atas dukungan dana APBD yang dialokasikan khusus untuk program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dirangkai dengan kegiatan khataman Al-Qur’an sebagai simbol penguatan nilai-nilai spiritual. Kehadiran jajaran Pemerintah Daerah di tengah para pendidik ini menegaskan bahwa visi mewujudkan Langkat yang religius bukan sekadar slogan, melainkan diimplementasikan melalui kebijakan anggaran yang tepat sasaran.
Investasi Kompetensi: Dukungan Nyata Lewat APBD
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Langkat, Ainul Aswad, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Langkat. Ia mengungkapkan bahwa sejak tahun 2021 hingga saat ini, Pemerintah Daerah telah mengalokasikan total anggaran lebih dari Rp1,5 miliar untuk membantu ribuan guru PAI mengikuti PPG. Langkah ini dinilai sangat istimewa karena tidak semua pemerintah daerah memberikan perhatian sebesar ini bagi guru agama.
“Kami sangat berterima kasih atas komitmen ini. Tidak semua pemerintah daerah mau mendukung guru-guru agama Islam di daerahnya secara finansial melalui APBD. Tentunya ini sangat kita apresiasi. Semoga dukungan ini bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi guru-guru di Langkat untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kompetensinya,” ujar Ainul Aswad di hadapan ratusan guru yang hadir.
Dukungan pendanaan ini menjadi angin segar bagi para guru PAI yang selama ini sering terkendala masalah biaya dalam menempuh sertifikasi profesi. Dengan kompetensi yang tersertifikasi, diharapkan kualitas pengajaran agama di sekolah-sekolah umum di Kabupaten Langkat akan meningkat secara signifikan.
Benteng Karakter Generasi Muda di Era Digital
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Langkat, Amril, yang hadir mewakili pimpinan daerah, menekankan bahwa peran guru PAI saat ini jauh lebih berat dibandingkan era sebelumnya. Di tengah arus informasi yang tak terbendung dan tantangan zaman yang semakin kompleks, nilai-nilai agama sering kali mulai tergerus di kalangan generasi muda.
Amril menegaskan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter siswa. Ia meminta para pendidik tidak hanya terpaku pada kurikulum teknis, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai moral sebagai bekal hidup para siswa.
“Di era sekarang, nilai agama mulai tergerus. Saya minta para guru membantu anak-anak kita meningkatkan kembali nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan mereka. Ini adalah bagian dari dukungan nyata terhadap visi dan misi Bupati Langkat untuk mewujudkan Langkat yang religius,” tegas Amril.
Momentum Ramadan untuk Introspeksi Diri
Selain membahas kebijakan pendidikan, Sekda Amril juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 H kepada seluruh guru PAI. Ia mengajak seluruh elemen pendidik menjadikannya bulan suci ini sebagai momentum untuk introspeksi diri (muhasabah) dan meningkatkan etos kerja dalam melayani masyarakat.
“Selamat menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan. Semoga kita menjadi umat yang terus memperbaiki diri agar menjadi insan yang lebih baik ke depannya,” tuturnya dengan penuh harapan.
Sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan atas dukungan konkret terhadap dunia pendidikan Islam, dalam acara tersebut juga diserahkan penghargaan khusus kepada Bupati dan Wakil Bupati Langkat. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan kontribusi berkelanjutan pemerintah daerah dalam mendorong perkembangan serta kesejahteraan para guru PAI di Bumi Langkat Berseri.
Dengan adanya sinergi antara Kemenag dan Pemkab Langkat, diharapkan peningkatan kualitas guru ini dapat berkorelasi positif dengan lahirnya generasi muda Langkat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.
