Lautan Massa Hijaukan Medan Sunggal, Pawai Ta’aruf MTQ ke-59 Resmi Dimulai
MEDAN – Kemeriahan luar biasa mewarnai kawasan Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (11/4/2026). Ribuan kafilah yang mewakili 21 kecamatan se-Kota Medan tumpah ruah dalam gelaran Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-59, menciptakan pemandangan layaknya lautan manusia yang religius.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, didampingi Ketua TP PKK Kota Medan, Airin Rico Waas, secara resmi melepas iring-iringan peserta dari panggung kehormatan. Acara yang dimulai sejak pagi hari ini merupakan gerbang pembuka rangkaian MTQ yang akan berlangsung hingga 18 April mendatang.
Kreativitas dan Syiar Islam
Defile dimulai dengan penampilan memukau dari Kecamatan Medan Selayang sebagai juara umum bertahan, lengkap dengan barisan marching band yang mengawal trofi bergilir. Tak mau kalah, kecamatan lain seperti Medan Labuhan, Medan Baru, hingga tuan rumah Medan Sunggal, memamerkan kendaraan hias raksasa berbentuk ornamen Islami serta atraksi seni tradisional yang kental dengan budaya lokal.
“Pawai ta’aruf ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah simbol kuatnya persatuan kita dan bentuk syiar Islam di Kota Medan yang sangat heterogen,” tegas Rico Waas di hadapan awak media dan tamu undangan.
Simbol Keberagaman Medan
Antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Sepanjang rute pawai, masyarakat dari berbagai latar belakang etnis—mulai dari Melayu, Batak, Jawa, hingga Tionghoa dan India—tampak berbaur menyaksikan jalannya acara. Harmonisasi ini sejalan dengan visi “Medan Bertuah” yang menjadi inti dari tema MTQ tahun ini.
Turut hadir menyaksikan kemeriahan ini, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, Kakankemenag Impun Siregar, serta jajaran unsur Forkopimda dan pimpinan perangkat daerah.
Usai parade, Wali Kota juga meresmikan pameran UMKM sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang menyertai perhelatan MTQ. Dengan partisipasi masif ini, MTQ ke-59 diharapkan tidak hanya melahirkan qori-qoriah terbaik, tetapi juga mempererat kerukunan antarumat beragama di Kota Medan.
