2

Viral di Medsos, Jalur Wisata Sidebuk-Debuk Karo Kini Bebas Pungli

KARO — Kabar baik datang dari salah satu destinasi wisata unggulan di dataran tinggi Berastagi. Praktik pungutan liar (pungli) yang selama ini dikeluhkan di jalur menuju objek wisata Pemandian Air Panas Sidebuk-Debuk, Kabupaten Karo, dikabarkan telah bersih dan tidak ditemukan lagi di lapangan.

Informasi ini mencuat dan menjadi perbincangan hangat netizen setelah sebuah video pendek yang memperlihatkan kondisi terbaru di kawasan tersebut beredar luas di media sosial. Dalam rekaman video yang diunggah, tampak sebuah spanduk besar terpasang tegas di lokasi. Spanduk tersebut mengumumkan secara resmi bahwa para pengunjung tidak lagi dikenakan kutipan liar dalam bentuk apa pun, baik di pintu masuk utama maupun di titik-titik pos yang biasanya tersebar di sepanjang jalur pemandian.

Pemilik akun media sosial tersebut turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution. Langkah cepat orang nomor satu di Sumut itu dinilai sukses memberantas aksi premanisme berkedok kutipan melalui koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Penghentian praktik kutipan liar ini merupakan langkah yang sangat positif bagi perkembangan pariwisata Karo. Pungli jelas merugikan daerah dan merusak citra tempat wisata,” ujar narator dalam video tersebut.

Selain menyoroti masalah pungli, warga juga menyelipkan harapan agar Pemerintah Kabupaten Karo segera membenahi infrastruktur jalan menuju Sidebuk-Debuk. Akses jalan yang mulus dinilai krusimen demi kenyamanan dan keselamatan para pelancong yang datang.

Unggahan ini pun langsung dibanjiri beragam reaksi dari warganet. Mayoritas masyarakat menyambut gembira dan lega atas hilangnya pos-pos pungli tersebut. Namun, banyak juga netizen yang mengingatkan agar aparat keamanan dan pemerintah daerah tidak lengah dan tetap melakukan pengawasan secara konsisten. Mengingat praktik pungli di kawasan ini kerap kali muncul kembali setelah penertiban, pengawasan yang berkelanjutan menjadi kunci utama agar citra wisata Karo tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *